January 30, 2018

Bagi beberapa orang melakukan kegiatan berjemur mungkin merupakan suatu hal yang memalaskan. Namun taukah Anda bahwa beraktivitas berjemur saat pagi hari sangat baik untuk kesehatan? Sinar matahari pagi sangat bermanfaat bagi tubuh membuatnya menjadi lebih sehat dan tidak mudah terkena berbagai jenis penyakit. Berjemur di bawah matahari pagi sangat baik untuk  anak-anak, bayi, remaja, orang dewasa hingga lansia. Nah, Apakah ibu hamil juga boleh berjemur di bawah matahari? Yuk mari kita simak..

Bolehkah Ibu Hamil Berjemur Dibawah Sinar Matahari?

Wanita hamil berjemur di bawah sinar matahari merupakan suatu hal yang di perbolehkan, hal ini di karena ibu hamil memerlukan kebutuhan vitamin D yang cukup. Menurut seorang dokter konsultasi anak dari NHS Berkshire East yang bernama Dr Minoo Irani menyatakan bahwa seseorang yang mengkonsumsi makanan diet seimbang yang sehat sebelum dan selama kehamilan, orang tersebut mungkin tidak mendapatkan cukup vitamin D sehingga ibu hamil di anjurkan untuk mendapatkan vitamin D yang cukup untuk dirinya dan juga bayinya.

Kekurangan vitamin D padat menyebabkan riketsia pada janin, riketsia merupakan suatu keadaan di mana tulang menjadi ringkin, sementara itu kekurangan vitamin D pada ibu hamil dapat menyebabkan terjadinya gangguan nyeri pada tulang dan otot lemah atau dalam istilah medis disebut denganosteomalasia. Selain berjemur di bawah sinar matahari, sebaiknya ibu hamil juga perlu mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin D seperti contohnya susu dan margarin.

Selain berfungsi sebagai sumber vitamin D, berjemur di bawah sinar matahari juga memiliki berbagai manfaat lainnya, yaitu :

  1. Membantu proses tumbuh kembang janin lebih optimal.
  2. Memiliki kesehatan mental yang baik.
  3. Membantu penyerapan kalsium.
  4. Membantu proses penyempurnaan pertumbuhan tulang janin.
  5. Mecegah dan meminimalisir terjadinya penyakit tekanan darah tinggi dan diabetes selama masa kehamilan.

Apakah Berjemur Dibawah Sinar Matahari Bisa Menimbulkan Resiko?

Berjemur di bawah sinar matahari pada masa kehamilan tidak memiliki resiko pada janin, akan tetapi memiliki manfaat yang penting bagi kesehatan janin dan ibu. Namun, apa bila anda melakukannya dengan cara yang tidak tepat tanpa menggunakan sunblok akan memiliki resiko pada ibu yaitu terjadinya melanoma. Tanda gejala terjadinya melanoma yait timbulnya tahi lalat besar, bercak hitam pada kulit khususnya wajah, serta terjadinya perubahan kelembaban dan kehalusan kulit. Selain itu melanoma yang timbul pada masa kehamilan beresiko tujuh kali lebih besar akan mengalami metastasi. Metastasi yaitu sutu kondisi terjadinya penyebaran kanker ke bagian lain dari tubuh yang dibandingkan dengan wanita yang tidak hamil tapi mengalami melanoma.

Berjemur Saat Hamil Memperbesar Risiko Melanoma

Wanita hamil 5 kali lebih berisiko terkena kanker kulit dengan risiko kematian yang juga lebih tinggi. Berjemur saat hamil juga membuat wanita berisiko tinggi terkena melanoma, dengan gejala seperti munculnya sejumlah tahi lalat besar, bercak hitam pada kulit khususnya wajah, serta perubahan kelembaban dan kehalusan kulit.

Para peneliti menemukan bahwa perempuan yang di diagnosis terkena melanoma selama kehamilan atau dalam satu tahun setelah melahirkan, memiliki risiko lima kali lebih mungkin meninggal akibat kanker kulit daripada wanita dengan melanoma yang tidak hamil. Selain itu, melanoma yang muncul saat hamil memiliki potensi 7 kali lebih besar untuk mengalami metastasis, yaitu penyebaran kanker ke bagian lain dari tubuh, di bandingkan dengan wanita yang memiliki melanoma namun tidak dalam keadaan hamil.

Apa Saja Efek Lain Dari Berjemur Saat Hamil?

1. Terkena sengatan panas

Ketika ibu berjemur saat hamil, dan tidak menggunakan tabir surya dengan baik, suhu tubuh calon ibu tidak dapat mengontrol sepenuhnya cahaya matahari pada tubuh. Hal ini membuat Anda lebih rentan terhadap penyakit yang berhubungan dengan ketidakmampuan untuk mengontrol suhu tubuh saat hamil, akan membuat Anda lebih rentan terhadap penyakit yang berhubungan dengan panas seperti sengatan panas yang dapat membahayakan janin.

2. Luka bakar akibat matahari

Matahari yang menerpa tubuh Anda lewat bagian yang tidak tertutup oleh bikini akan menimbulkan luka bakar akibat sengatan matahari dan dapat berkembang menjadi lecet yang disebut bula. Anda mungkin perlu cairan infus untuk menjaga kelembaban tubuh dan Anda akan kehilangan kemampuan untuk berkeringat, sehingga menghasilkan suhu tubuh yang tinggi yang dapat mengancam Anda dan calon bayi Anda.

Manfaat Berjemur bagi Ibu Hamil di Pagi Hari

Untuk ibu hamil, kegiatan berjemur di bawah sinar matahari pun sangat baik dan bahkan sangat di anjurkan oleh para ahli kandungan. Berjemur di bawah matahari sebaiknya di lakukan pada waktu matahari mulai terbit dari jam 7 hingga jam 9 pagi saja. pada jam-jam tersebut sinar matahari sedang dalam keadaan yang paling sehat dan baik untuk kesehatan. Hal tersebut di karenakan di dalam sinar matahari pada jam tersebut, mengandung paling banyak vitamin D.

Hindari berjemur di bawah sinar matahari pada siang bolong mulai dari jam 11 hingga seterusnya karena pada jam ini justru sinar matahari memiliki bahaya sinar radiasi UV serta panasnya sinar matahari tersebut bisa membakar kulit. Bukan hanya itu saja namun juga bisa menyebabkan berbagai jenis penyakit terutama pada bagian kulit yang bisa memicu tumbuhnya penyakit kanker kulit. Berikut beberapa manfaat dari berjemur dipagi hari:

  • Memberikan Asupan Vitamin D

Selain pada beberapa jenis makanan dan minuman, vitamin D ini bisa juga di dapatkan melalui sinar matahari pagi. Hal inilah yang membuat para ahli sangat menganjurkan orang untuk bisa berjemur di bawah sinar matahari pagi karena bisa membuat tubuh menjadi lebih sehat dan bugar.

  • Memiliki Kesehatan Mental yang Baik

Bukan hanya pada tes IQ saja yang bisa membuktikan bahwa vitamin D itu penting keberadaannya, namun hal juga berlaku pada tes mental dan motorik anak. Anak dengan vitamin D rendah di dalam tubuhnya rata-rata hanya mendapatkan nilai sebesar 2,6 atau 2,3 poin saja. Hal ini lebih rendah di bandingkan dengan anak yang mendapatkan cukup asupan vitamin D saat masih dalam kandungannya.

Bagaimana Cara Yang Aman Berjemur Saat Hamil?

 

Tentu saja risiko kanker kulit bukan berarti ibu sama sekali tidak boleh berjemur, apalagi terkena sinar matahari. Kuncinya adalah selalu menggunakan tabir surya berupa sunblock atau sunscreen dengan SPF minimal 30, sebelum Anda berjemur. Jangan lupa oleskan ulanh sunblock Anda setiap 3 sampai 4 jam, atau setelah Anda berenang, terkena air, atau berkeringat. Bahkan jika Anda tidak sedang berlibur pun, biasakanlah menggunakan body lotion dan pelembab yang mengandung SPF agar kulit Anda tetap terlindungi.

Kebanyakan orang selalu mempunyai anggapan yang aneh dengan ibu hamil yang sedang berjemur saat pagi hari. Ketahuilah, ibu hamil yang sedang berjemur akan memberikan kesehatan untuk sih janin.