January 25, 2018

Kebanyakan orang tidak bisa membedakan setiap warna. Biasanya keadaan seperti itu dapat bersumber dari keturunan keluarga. Buta Warna Parsial merupakan kondisi bawaan lahir di mana penderita pada umumnya mengalami kesulitan untuk membedakan warna biru, hijau, dan merah, ataupun campuran warna lainnya. Meski namanya buta warna, gangguan penglihatan ini tidak sesederhana hanya bisa melihat hitam putih saja. Ada banyak jenis buta warna, mulai dari yang sebagian hingga total. Lalu, apa saja yang bisa di lihat oleh orang yang buta warna? Yuk mari kita simak ulasan berikut ini.

Pengertian Buta Warna

Buta warna adalah suatu kelainan yang di sebabkan ketidakmampuan sel-sel kerucut mata untuk menangkap suatu spektrum warna tertentu yang di sebabkan oleh faktor genetis.

Buta warna merupakan kelainan genetika yang di turunkan dari orang tua kepada anaknya, kelainan ini sering juga disebut sex linked, karena kelainan ini di bawa oleh kromosom X. Artinya kromosom Y tidak membawa faktor buta warna. Hal inilah yang membedakan antara penderita buta warna pada laki-laki dan perempuan. Seorang perempuan terdapat istilah “pembawa sifat”, hal ini menujukkan ada satu kromosom X yang membawa sifat buta warna.

Perempuan dengan pembawa sifat, secara fisik tidak mengalami kelainan buta warna sebagaimana wanita normal pada umumnya, tetapi wanita dengan pembawa sifat berpotensi menurunkan faktor buta warna kepada anaknya kelak. Apabila pada kedua kromosom X mengandung faktor buta warna maka seorang wanita tersebut menderita buta warna.

Saraf sel pada retina terdiri atas sel batang yang peka terhadap hitam dan putih, serta sel kerucut yang peka terhadap warna lainnya. Buta warna terjadi ketika saraf reseptor cahaya di retina mengalami perubahan, terutama sel kerucut.

Pentingnya Mengenali Buta Warna

Penting bagi orang tua untuk dapat mengenali karakteristik dan gejala-gejala buta warna sejak awal karena kondisi ini dapat berdampak kepada kemampuan belajar anak. Anak-anak yang mengalami buta warna akan merasa kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari di rumah maupun di lingkungan luar rumah, termasuk di sekolah jika guru tidak mengetahui masalah ini juga. Beberapa contoh aktivitas penting lain yang bisa terganggu, yaitu:

  1. Kesulitan membedakan rambu lalu lintas.
  2. Membedakan obat yang tidak di labeli dengan baik.
  3. Membedakan daging matang dan mentah.
  4. Memengaruhi pilihan pekerjaan yang memerlukan pengenalan warna secara akurat, seperti masinis, pemandu lalu-lintas udara, pilot, dan ahli listrik.

Walau sampai saat ini belum ada obat atau metode untuk mengobati buta warna, namun banyak penderita buta warna yang mampu belajar untuk beradaptasi dan menemukan cara dalam mengatasi masalah pembedaan warna. Di samping itu, teknologi medis juga telah menciptakan alat bantu bagi penderita buta warna, seperti lensa mata khusus dan disediakannya setelan tertentu pada perangkat elektronik, perlengkapan rumah tangga, atau komputer demi memudahkan hambatan yang di temui oleh pengidap kondisi ini. Orang-orang di sekitar pengidap buta warna pun dapat turut membantu, misalnya dengan menyiapkan alat belajar yang sesuai atau memeriksa makanan sebelum di konsumsi pengidap.

Gejala Buta Warna

Penderita buta warna mungkin hanya bisa melihat beberapa gradasi warna, sementara sebagian besar orang yang normal dapat melihat ratusan warna. Gejala lainnya, sebagian penderita buta warna tidak dapat membedakan antara warna merah dan hijau, namun bisa melihat warna biru dan kuning dengan mudah. Sebagian orang bahkan tidak menyadari bahwa mereka mengalami buta warna sebelum menjalani tes penglihatan warna.

Sebagian besar penderita buta warna akan sulit membedakan gradasi warna merah, kuning, dan hijau seperti warna oranye dan cokelat. Tipe ini disebut dengan buta warna merah-hijau. Tipe ini juga menjadikan penderita sulit membedakan antara warna merah dengan warna hitam dan berbagai gradasi warna ungu. Pria memiliki kecenderungan mengalami buta warna tipe ini lebih besar di bandingkan dengan wanita. Tipe buta warna yang paling jarang terjadi adalah buta warna tipe biru-kuning di mana penderita tidak bisa membedakan warna biru, hijau, dan kuning.

Seorang penderita buta warna dari berbagai jenis kondisi di atas dapat melihat warna-warna tersebut lebih kusam di bandingkan orang-orang yang memiliki penglihatan normal.

Penyebab Buta Warna

Proses melihat warna melintasi spektrum cahaya diawali dengan kemampuan alamiah mata dalam membedakan warna-warna dasar, seperti warna merah, biru, dan hijau. Namun, mata seorang penderita buta warna tidak dapat melihat atau membedakan warna sebagaimana mata normal. Hal ini terjadi karena ada gangguan pigmen pada reseptor penglihatan warna (sel kerucut di mata). Ketika salah satu pigmen hilang, maka mata akan memiliki masalah dalam melihat warna tertentu.

Dalam banyak kasus, buta warna di sebabkan oleh faktor genetik orang tua, namun bisa saja terjadi akibat efek samping dari sebuah pengobatan atau gangguan kesehatan yang telah ada sebelumnya.

Ada beberapa penyebab seseorang mengalami buta warna, di antaranya:

  • Faktor Genetik , Kebanyakan penderita buta warna yang mengalaminya sejak lahir di sebabkan oleh faktor genetik yang berikatan dengan kromosom X. Seorang ayah penderita buta warna tidak akan memiliki anak yang menderita buta warna kecuali pasangannya memiliki gen buta warna. Hal ini mungkin karena wanita lebih berperan dalam menjadi pembawa gen (carrier) yang akan mewarisi buta warna kepada anak. Penderita buta warna akibat faktor genetik juga jauh lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita, walau terkadang kondisi ini dapat melewati satu generasi. Anak perempuan dipastikan mengidap buta warna jika kedua orang tua adalah pembawa gen buta warna.
  • Penyakit, Terdapat sejumlah penyakit yang bisa menyebabkan buta warna, seperti penyakit Parkinson, penyakit Alzheimer, glaukoma, kanker darah (leukemia), diabetes, pecandu minuman beralkohol kronis, degenerasi makula, dan anemia sel sabit.
  • Usia, Kemampuan seseorang untuk membedakan warna perlahan-lahan akan berkurang seiring pertambahan usia. Ini adalah hal yang alami dalam proses penuaan dan tidak perlu di cemaskan secara berlebihan.
  • Bahan Kimia, Seseorang bisa mengalami buta warna jika terpapar bahan kimia beracun, misalnya di tempat kerja, seperti karbon disulfida dan pupuk.
  • Efek Samping Pengobatan Tertentu, Beberapa pengobatan berpotensi menyebabkan buta warna, seperti digoxin, phenytoin, klorokuin, dan sildenafil. Jika gangguan di sebabkan oleh pengobatan, biasanya pandangan akan kembali normal setelah berhenti mengonsumsi obat.

Klasifikasi Buta Warna

Buta warna sendiri dapat di klasifikasikan menjadi 3 jenis yaitu trikromasi, dikromasi, dan monokromasi.

Trikomasi

Buta warna jenis trikomasi adalah perubahan sensitifitas warna dari satu jenis atau lebih sel kerucut. Jenis buta warna ini paling sering dialami dibandingkan jenis buta warna lainnya. Ada tiga macam trikomasi yaitu:

  1. Protanomali yang merupakan kelemahan warna merah.
  2. Deuteranomali yaitu kelemahan warna hijau.
  3. Tritanomali yaitu kelemahan warna biru.

Buta warna sendiri merupakan satu kondisi di mana penderita mengalami ketidak mampuan untuk membedakan salah satu warna di antara warna-warna yang lain. Penderita buta warna bisa kesulitan melihat warna merah, hijau biru, atau warna campuran. Namun pada kondisi penderita buta warna total, tidak ada warna yang dapat di lihat sama seklai dan hal ini sangat jarang terjadi.

Dikromasi (Buta Warna Parsial)

Buta warna parsial (ketidak mampuan untuk membedakan warna-warna merah dan hijau) adalah seseorang yang tidak bisa membedakan warna atau tingkat kecerahan suatu warna seperti merah dan hijau. Sebagian besar penderita buta warna masuk dalam kategori buta warna parsial. Dikromasi merupakan tidak adanya satu dari 3 jenis sel kerucut, tediri dari:

  1. Protanopia yaitu tidak adanya sel kerucut yang peka untuk warna merah sehingga kecerahan warna merah dan perpaduannya berkurang.
  2. Deuteranopia yaitu tidak adanya sel kerucut yang peka untuk warna hijau.
  3. Tritanopia yaitu tidak adanya sel kerucut yang peka untuk warna biru.

Monochromacy (Buta Warna Total)

Sedangkan monokromasi di tandai dengan hilangnya atau berkurangnya semua penglihatan warna, sehingga yang terlihat hanya putih dan hitam pada jenis tipikal dan sedikit warna pada jenis atipikal. Jenis buta warna ini prevalensinya sangat jarang. Terdapat 2 jenis dari buta warna total, yaitu:

  • Rod monochromacy, (achromatopsia) adalah sangat jarang, ketidak mampuan untuk membedakan setiap warna sebagai akibat dari kerucut retina tidak ada atau non functioning. Hal ini terkait dengan sensitivitas cahaya (photophobia), osilasi mata di sengaja (nystagmus), dan visi miskin.
  • Kerucut  monochromacy, adalah warna kebutaan total langka yang di sertai dengan visi yanng relatif normal, electroretinogram, dan electrooculogram. Cone  monochromacy juga bisa menjadi hasil dari memiliki lebih dari satu jenis buta warna dwiwarna.

Pembuktian

Buta warna dapat dites dengan tes Ishihara yang menggunakan lingkaran-lingkaran berwarna yang dibuat dengan tulisan tertentu yang hanya dapat dilihat atau tidak dapat dilihat oleh penderita buta warna.

Pertama kali dipublikasi pada tahun 1917 di Jepang dan terus digunakan di seluruh dunia, sampai sekarang. Tes buta warna Ishihara terdiri dari plat atau lembaran yang didalamnya terdapat titik-titik dengan berbagai warna dan ukuran. Titik tersebut membentuk lingkaran, warna titik itu dibuat sedemikian rupa sehingga orang buta warna tidak akan melihat perbedaan warna seperti yang dilihat orang normal.

Alat tes Ishihara diakui dan digunakan secara internasional sebagai alat untuk penentuan gangguan penglihatan atau kebutaan warna, dimana alat tes Ishihara mengalami penyempurnaan dan modifikasi dari waktu ke waktu, Alat test Ishihara terbaru berisi 38 plat pada tahun 2009 ini.

Bagaimana Buta Warna Didiagnosis?

Tes untuk mengukur seberapa baik Anda mengenali warna yang berbeda, biasanya dengan kartu Ishihara. Pada satu tes di lembar ishihara, Anda akan melihat set titik-titik berwarna dan mencoba untuk menemukan pola di dalamnya, seperti huruf atau angka. Pola yang di lihat orang normal akan membentuk huruf atau angka tertentu, sedangkan pada penderita, pola tersebut dapat membentuk hurut atau angka yang berbeda, atau justru tidak membentu pola.

Pada tes jenis lain, Anda di berikan chip warna lalu Anda di berikan kesempatan untuk memberikan warna chip yang sama. Orang dengan masalah penglihatan warna tidak bisa mengatur chip berwarna dengan benar.

Karena masalah penglihatan warna dapat memiliki dampak besar pada kehidupan seseorang, penting untuk mendeteksi masalah ini sedini mungkin. Pada anak-anak, masalah penglihatan warna dapat mempengaruhi kemampuan belajar dan kecepatan membaca. Dan masalah penglihatan warna dapat membatasi pilihan pekerjaan atau karir tertentu. Kebanyakan ahli merekomendasikan pemeriksaan warna pada anak-anak antara usia 3 sampai 5 tahun, setidaknya sekali sebelum memasuki sekolah.

Bagaimana Penanganan Penyakit Ini?

Untuk jenis yang paling sering dari penyakit ini adalah merah-hijau. Tidak ada penanganan yang di perlukan, karena mata berfungsi secara normal untuk melihat. Seseorang justru mungkin tidak menyadari bahwa buta warna jika hanya warna merah atau hijau, kecuali ada suatu kesempatan yang menyadarkan dirinya bahwa warna yang di lihat berbeda dari oleh orang lain.

Buta warna yang di peroleh (bukan diwariskan) dapat di obati, tergantung pada penyebabnya. Sebagai contoh, jika katarak yang menyebabkan masalah dengan penglihatan warna, operasi untuk mengangkat katarak dapat mengembalikan penglihatan warna normal. Anda dapat menemukan cara untuk membantu menebus masalah penglihatan warna, seperti:

  1. Memakai lensa kontak berwarna. Ini dapat membantu Anda melihat perbedaan antara warna. Tapi lensa ini tidak memberikan penglihatan warna normal dan dapat mendistorsi objek.
  2. Memakai kacamata yang menghalangi silau. Orang dengan masalah penglihatan warna yang parah bisa melihat perbedaan antara warna yang lebih baik ketika cahaya lebih redup atau tidak silau.
  3. Belajar untuk mencari isyarat terang-gelap atau peletakkan barang bukan dari warna. Sebagai contoh, Anda dapat mempelajari urutan tiga lampu berwarna pada lalu lintas. Merah itu di atas, kuning itu di tengah, hijau itu di bawah. Dengan begitu Anda tidak kesulitan untuk berada di jalan raya.

Semoga artikel di atas bermanfaat dan dapat menambah wawasan bagi Anda. Terima kasih.