January 29, 2018

Mungkin sebagian besar orang pasti pernah mengalami yang namanya mata kering. Terutama orang yang menggunakan soflens. Sebab kelembapan mata akan di serap oleh soflens. Oleh sebab itu kebanyakan orang yang menggunakan soflens selalu meneteskan air agar mata mereka tidak terasa kering. Namun ternyata tidak hanya pengguna soflens saja yang mengalami mata kering. Nah jika tidak menggunakan soflens namun mata juga terasa kering. Kira-kira apa penyebabnya ya? Yuk simak artikel ini.

Pengertian Penyakit Mata Kering

Mata kering adalah suatu gangguan pada permukaan mata yang di tandai dengan ketidakstabilan produksi dari lapisan air mata. Seorang dengan mata kering akan mengeluh adanya sensasi gatal atau mata terasa seperti berpasir.

Dalam dunia medis, mata kering juga di kenal dengan istilah “keratoconjunctivitis sicca”, atau untuk lebih mudahnya bisa disebut “sindrommata kering”. Tingkat keparahan keluhan mata kering cukup bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Bahkan pada beberapa kasus, mata kering juga dapat di sertai dengan komplikasi.

Gejala Mata Kering

Mata kering terjadi ketika mata tidak menghasilkan air mata seperti seharusnya, atau saat komposisi pendukung air mata tidak pada konsistensi yang tepat dan menguap terlalu cepat. Ketika air mata tidak bisa melumasi mata dengan baik, Anda bisa mengalami:

  1. Perih
  2. Sensitivitas terhadap cahaya
  3. Sensasi kesat atau berpasir di dalam mata
  4. Sensasi panas, menyengat, atau gatal di dalam mata
  5. Seperti ada yang menyangkut di dalam mata
  6. Kemerahan
  7. Penglihatan kabur
  8. Mata lelah dan berair
  9. Lendir di dalam atau di sekitar mata

Jika tidak di obati, kondisi ini akan menyebabkan peradangan, nyeri, bisul, atau bekas luka di kornea. Pada kasus tertentu, mata kering menyebabkan kehilangan penglihatan sebagian. Namun begitu, kehilangan penglihatan total sebagai akibat dari mata kering adalah hal yang sangat langka.

Apa Yang Menyebabkan Mata Kering?

Ada berbagai alasan mengapa Anda bisa mengalami mata kering, meskipun satu penyebab pasti mungkin tidak dapat ditemukan. Beberapa kemungkinan penyebab, di antaranya:

1. Perubahan Hormon

Hormon merangsang produksi air mata. Perubahan hormon yang umum dialami oleh wanita bisa meningkatkan risiko mereka terhadap mata kering. Contohnya: selama kehamilan, menopause, atau menggunakan pil KB.

2. Proses Penuaan

Mata kering lebih sering di alami oleh orang-orang lanjut usia. Hal ini mungkin di akibatkan oleh produksi air mata yang menurun seiring bertambahnya usia, dan kelopak mata menjadi kurang sensitif untuk meratakan air mata di seluruh permukaan mata.

3. Kondisi Medis

Beberapa penyakit bisa berdampak pada kemampuan kelenjar mata untuk memproduksi air mata, misalnya diabetes, arthritis rematoid, lupus, scleroderma, sindrom Sjogren, gangguan tiroid, defisiensi vitamin A, Bell’s palsy, alergi, dermatitis kontak, HIV.

Banyak orang yang mengalami mata kering juga memiliki blepharitis atau meibomian gland dysfunction (MGD). MGD adalah peradangan batas kelopak mata yang bisa menghadang kelenjar air mata untuk memproduksi minyak untuk lapisan air mata. Blepharitis bisa di alami oleh siapapun, dan umumnya di akibatkan oleh infeksi bakteri atau kondisi lain, seperti rosacea.

4. Obat-obatan

Mata kering dapat menjadi efek samping dari konsumsi obat-obatan tertentu, seperti antihistamin, dekongestan, terapi pengganti hormon, antidepresan, obat-obatan hipertensi, obat jerawat minum, kontrasepsi oral, obat-obatan Parkinson, beta blocker, dan diuretik.

5. Lingkungan dan Aktivitas

Faktor lingkungan bukan menjadi penyebab utama, namun lebih kepada faktor yang bisa memperparah kondisi mata kering. Misalnya: debu, asap, angin, matahari, cuaca kering, tiupan angin panas, berada di tempat tinggi.

Selain itu, saat Anda membaca, bekerja di depan layar komputer, menulis, atau aktivitas yang membutuhkan konsentrasi visual lainnya, mata cenderung akan lebih jarang berkedip. Artinya, lapisan air mata akan lebih cepat menguap daripada proses isi ulangnya.

6. Kosmetik

Beberapa orang yang pernah menjalani operasi mata LASIK melaporkan mengalami mata kering beberapa minggu setelah operasi. Gejala biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa bulan, tapi dalam beberapa kasus dapat berjalan terus. Lensa kontak juga bisa mengiritasi mata dan menyebabkan mata kering.

7. Masalah Pada Struktur Kelopak Mata

Ektropi (pembalikan kelopak mata bagian dalam ke luar) dan entropi (kelopak mata luar yang masuk ke dalam) bisa menyebabkan meta menjadi kering dan teriritasi akibat lapisan air mata yang menguap dengan cepat setelah terkena kontak dengan udara luar terus menerus. Mata kering juga dapat terjadi akibat keratitis, kondisi di mana kelopak mata tidak menutup sepenuhnya saat tidur.

Mendiagnosis Mata Kering

Mata kering dapat terjadi karena beberapa sebab, baik yang menyangkut fisik maupun lingkungan. Salah satu penyebab utamanya adalah kelenjar air mata lamban mengeluarkan air mata. Hal ini biasanya berhubungan dengan usia, khususnya di alami wanita yang tengah menopause.

Kualitas air mata bisa pula menjadi penyebab mata kering. Ada tiga unsur pembentuk air mata normal, yakni air, lendir dan minyak. Tiga bahan ini bekerja bersama-sama untuk membuat mata basah, untuk membasahi seluruh permukaan kornea dan mencegah terjadinya penguapan yang menjadi penyebab mata kering. Jika salah satu dari ketiga bahan tersebut tidak ada, mata tidak akan mendapat asupan gizi dan menjadi tidak terlindungi. Mata kering paling banyak terjadi karena kandungan minyak di dalam air mata kurang dan hal ini mengakibatkan penguapan yang menjadikan mata kering.

Berkurangnya produksi air mata bisa terjadi karena pemakaian obat-obatan, seperti obat antihistamin, pil KB, obat di uretik, obat penyakit kardiovaskular, obat penghilang rasa sakit dan obat anti-radang. Kondisi ini bisa pula muncul karena gangguan penyakit tertentu, seperti diabetes, artritis reumatoid atau gangguan tiroid.

Salah satu jenis tes untuk menentukan pasien terkena penyakit mata kering atau tidak adalah Schirmer’s test. Melalui tes ini, dokter akan mengukur tingkat ke keringan pada mata dengan cara menempelkan potongan kertas khusus yang dapat menyerap cairan di kelopak mata bagian bawah kurang lebih selama 5 menit. Jika dalam waktu tersebut panjang area yang basah pada kertas hanya kurang dari 10 milimeter, berarti pasien mengalami penyakit mata kering.

Untuk mengetahui seberapa cepat air mata mengering, dokter bisa melakukan tes yang disebut “Fluorescein dye test”. Tes yang di dalamnya bisa di bantu dengan cairan pewarna khusus berwarna kuning dan jingga ini juga bisa di gunakkan untuk mendeteksi adanya kerusakan pada permukaan mata. Selain dengan Fluorescein dye test, kerusakan pada permukaan mata juga bisa di deteksi dengan “Lissamine green test”.

Apa Saja Pencegahan Mata Kering?

Penyakit mata kering bisa di cegah dengan berbagai cara, berikutnya:

  • Menjaga kebersihan mata dan area di sekitarnya.
  • Melindungi mata Anda dari paparan debu jika tinggal di wilayah kering dan berangin.
  • Menggunakan produk pelembap udara yang di jual bebas di pasaran.
  • Menghindari pemakaian make up mata seperti eyeliner dan mascara.
  • Mengonsumsi makanan yang kaya akan zat omega 3 dan omega 7.
  • Melindungi mata dari paparan asap apa bila sedang berada di jalan raya.
  • Mengistirahatkan mata Anda jika sudah terasa lelah atau tegang setelah bekerja seharian di depan layar komputer.

Bagaimana Cara Mengobati Mata Kering?

Pengobatan untuk mata kering hanya membantu untuk mengontrol gejala, tetapi tidak ada obatnya. Beberapa orang mungkin memiliki gejala mata kering berulang selama hidup mereka. Anda harus mendiskusikan pilihan pengobatan dengan spesialis perawatan mata. Pengobatan untuk mata kering mungkin termasuk:

  1. Air mata buatan, Kasus mata kering ringan hingga sedang biasanya dapat di tangani dengan pelumas perawatan mata, misalnya tetes air mata buatan, gel, dan salep. Walaupun begitu, air mata buatan adalah terapi utama bagi keluhan mata kering karena kekentalannya yang sangat mirip dengan air mata alami. Air mata buatan di jual bebas di pasaran tanpa harus menggunakan resep. Obat tetes air mata banyak jenisnya dan satu merek belum tentu cocok bagi Anda.
    Ada baiknya untuk bereksperimen untuk menemukan obat tetes mana yang paling efektif untuk Anda. Jika Anda memiliki mata kering kronis, telah di rekomendasikan untuk menggunakan air mata buatan bahkan di saat Anda merasa tidak ada masalah. Hindari air mata buatan dengan bahan pengawet jika Anda perlu untuk mengaplikasikannya lebih dari empat kali sehari atau yang di olah dengan bahan kimia yang menyebabkan pembuluh darah mengerut.
  2. Obat tetes mata, Beberapa tetes mata mengandung bahan pengawet untuk mencegah bakteri berbahaya tumbuh di dalam botol obat. Jika gejala Anda mengharuskan Anda menggunakan tetes mata lebih dari enam kali sehari, sebaiknya gunakan tetes mata bebas pengawet. Hal ini penting terutama jika dokter telah memberi tau Anda bahwa Anda memiliki gejala mata kering yang parah. Pengawet yang di gunakan dalam jumlah besar atau selama periode waktu lama (bulan atau tahunan) dapat merusak sel-sel halus pada permukaan mata atau menyebabkan peradangan. Jika Anda memakai lensa kontak lunak (softlens), Anda juga mungkin perlu menggunakan pelicin bebas pengawet, karena residu pengawet akan menempel pada lensa kontak dan merusak mata.
  3. Pakai kacamata, Pilih kacamata baca atau kacamata hitam yang pas dekat wajah atau yang memiliki perisai samping untuk membantu memperlambat penguapan air mata dari permukaan mata. Dalam ruangan, pembersih udara untuk menyaring debu dan partikel lainnya bisa membantu mencegah mata kering. Humidifier juga dapat membantu menambahkan kelembapan ke udara. Jika Anda pemakai lensa kontak, mengubah jenis lensa atau membatasi seberapa sering Anda menggunakannya biasanya akan membantu meringankan gejala mata kering. Selain itu, Anda dapat mencoba mengganti larutan pembersih lensa atau pelumas tetes yang bebas pengawet.
  4. Hindari kondisi kering, Pastikan mata Anda untuk mendapat cukup istirahat saat melakukan kegiatan yang mengharuskan Anda untuk menggunakan mata dalam jangka waktu lama. Aplikasikan obat tetes mata saat melakukan rutinitas ini.
  5. Minum air dan cukupi asupan gizi, Minum banyak air akan membantu menjaga selaput lendir mata Anda tetap lembap. Coba untuk makan lebih banyak makanan yang kaya lemak omega 3, seperti biji rami, kenari, dan ikan berlemak seperti salmon dan cod.
  6. Jangan menggosok mata, Usahakan untuk berkedip lebih sering saat Anda membaca, menulis, mengemudi, atau bekerja di depan monitor untuk menyebarkan air mata secara merata ke seluruh permukaan mata. Selain itu, hindari menggosok mata terlalu keras, yang bisa memperburuk gejala Anda.

Demikian artikel informatif tentang mata kering yang terdiri dari pengertian, gejala, penyebab, bahkan cara untuk mencegahnya. Semoga bisa menjadi referensi serta berguna untuk Anda!