January 24, 2018

Sakit pinggang menjadi keluhan yang sering di alami banyak orang khususnya yang selalu aktif dalam bekerja atau mereka yang sudah memasuki usia lanjut (lansia). Sakit pinggang menimbulkan rasa tidak nyaman dan bisa mengganggu aktivitas sehari hari. Akibat gejala sakit pinggang sendiri bisa mengembangkan komplikasi dan juga menjadi pertanda dari sebuah penyakit. Untuk gejalanya sendiri juga tidak terbatas dengan nyeri pada sendi saja namun juga bisa menyebar sampai ke area tubuh lainnya seperti bokong yang terasa sangat sakit apabila di gerakkan dan juga sampai mati rasa. Masih banyak yang perlu Anda ketahui tentang pembahasan kali ini.

Pengertian Sakit Pinggang

Sakit pinggang atau Lumbago adalah nyeri yang di rasakan di sekitar tulang lumbar, di antara cakram, jaringan, otot dan saraf tulang punggung hingga organ tubuh di sekitar panggul dan perut. Kondisi ini dialami 80% penderita dewasa berusia 30 sampai 50 tahun dengan intensitas nyeri ringan hingga berat.

Sebagian besar penderita mengalami sakit pinggang dikarenakan alasan mekanis seperti gaya hidup yang menuntut mereka duduk untuk waktu yang lama tanpa di seimbangi dengan olahraga cukup, mengangkat barang berat, atau mengalami kecelakaan yang mencederai pinggang dan sekitarnya.

Penyebab Sakit Pinggang

Penyebab sakit pinggang di bagi menjadi dua, yaitu mekanis dan medis. Penyebab mekanis dipicu oleh pengikisan struktur dan daya tahan pinggang yang meliputi sendi, cakram, otot, saraf dan tulang dengan usia sebagai faktor utama. Berikut adalah beberapa kondisi yang termasuk dalam penyebab mekanis:

Keseleo, Cedera yang mengakibatkan tekanan pada tendon atau otot seperti saat terpeleset, salah posisi duduk, mengangkat beban berat, atau meregangkan otot berlebih. Dalam kondisi parah, ligamen bisa mengalami perobekan.

Pengikisan cakram tulang belakang, Penurunan kekuatan cakram tulang belakang dalam menahan beban, menunduk, dan aktivitas lainnya.

Perubahan struktur tulang, Kondisi ini umumnya terjadi saat usia mulai senja dan mengakibatkan postur tubuh yang buruk. Skoliosis, kyphosis, dan lordosis adalah beberapa contoh pemicu perubahan struktur tulang.

Cedera cakram tulang belakang, Perobekan atau penyelipan cakram saat penderita jatuh atau terpelintir. Dalam situasi tertentu, cakram dapat menekan saraf tulang belakang, menimbulkan rasa sakit seperti tertusuk atau terbakar pada bagian pinggang hingga kaki (sciatica).

Radikulopati, Inflamasi atau penekanan pada saraf tulang belakang yang terjadi pada saat cakram yang terselip menekan saraf tulang belakang secara berlebih. Bagian tubuh yang di persarafi oleh saraf yang tertekan akan mengalami rasa sakit, kesemutan, hingga mati rasa.

Stenosis spinal, Penekanan pada saraf sumsum tulang di karenakan penyempitan pada saluran saraf di tulang belakang, mengakibatkan penderita merasa sakit seperti kram, lemas, atau mati rasa, khususnya saat berdiri atau berjalan.

Spondylolisthesis, Salah satu atau beberapa ruas tulang belakang bergeser dan menekan saraf tulang belakang.

Kondisi medis tertentu juga dapat memicu sih pasien untuk mengalami sakit pinggang, seperti batu ginjal, osteoporosis, peradangan sendi, fibromyalgia, penyebaran kanker dari organ tubuh lainnya, tumor, aneurisma aorta, hingga endometriosis. Selain umur, faktor seperti genetik, gaya hidup sedentari, minim aktivitas fisik, berat badan berlebih, kondisi mental, pekerjaan, dan kehamilan dapat meningkatkan seseorang mengalami sakit pinggang.

Dalam beberapa kasus sakit pinggang, penyebabnya mungkin tidak bisa di ketahui secara langsung. Ada juga beberapa gejala yang terasa seperti sakit pinggang namun mengindikasikan penyakit lain.

Jenis-jenis Sakit Pinggang

Secara umum, terdapat tiga jenis sakit pinggang yang menentukan penyebab, yaitu:

Sakit Pinggang Non Spesifik

Dalam jenis ini, penderita mengalami rasa sakit tanpa penyebab yang jelas. Sakit pinggang akut termasuk dalam jenis ini, dengan intensitas nyeri mulai dari ringan hingga berat.

Sciatica

Dua puluh persen penderita mengalami sciatica atau sakit pinggang yang di sebabkan oleh saraf tulang belakang yang rusak atau terjepit. Cakram yang lepas atau slip disc adalah salah satunya, dengan tahap intensitas sub-akut hingga kronis. Rasa nyeri seperti ditusuk atau mati rasa biasanya di rasakan dari pinggang hingga kaki.

Sindrom Cauda Equina

Sindrom cauda equina adalah kondisi jarang namun sangat membahayakan. Kelainan ini dapat menyebabkan saraf tulang punggung paling bawah tertekan, mengakibatkan rasa sakit pinggang hebat, gangguan pada sistem kemih, anus mati rasa hingga melemahkan fungsi salah satu atau kedua kaki.

Komplikasi Sakit Pinggang

Meskipun jarang, berikut adalah komplikasi yang dapat menyerang penderita sakit pinggang, seperti:

  • Sindrom Cauda Equina : Komplikasi ini umumnya terjadi saat kondisi cakram terdorong pada kanal tulang punggung, menekan lumbar dan sistem saraf, mengakibatkan penderita tidak mampu menahan kemih dan tinja. Jika tidak di tangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi kerusakan fungsi saraf yang permanen.
  • Depresi : Penderita yang beristirahat di tempat tidur untuk waktu yang lama (tirah baring atau bedrest) saat sakit pinggang dapat mengalami depresi di karenakan minimnya pergerakan dan kemampuan melakukan aktivitas seperti biasanya. Selain depresi, tirah baring juga dapat menyebabkan kondisi medis lainnya seperti penurunan tonus otot hingga terbentuknya gumpalan darah pada pembuluh darah kaki.

Pencegahan Sakit Pinggang

Terdapat beberapa cara yang dapat di lakukan untuk mencegah sakit pinggang, seperti:

  1. Melakukan olahraga peregangan otot setidaknya 30 menit sehari.
  2. Menjaga berat badan ideal.
  3. Menjaga postur tubuh dengan menghindari posisi bungkuk saat duduk dan berdiri.
  4. Mengangkat beban dengan kekuatan lutut dan kaki, tanpa memelintirkan tubuh.
  5. Menghindari mengangkat beban melebihi kemampuan tubuh.
  6. Berhenti merokok untuk menjaga kesehatan tulang.
  7. Mengonsumsi asupan nutrisi yang tepat.
  8. Selalu meregangkan tubuh secara berkala, khususnya bagi orang dengan pola hidup sedentari.
  9. Tidur dengan posisi menyamping dan lutut melipat keatas untuk mengurangi penekanan pada pinggang.
  10. Gunakanlah alas tidur yang kuat dan sesuai dengan postur tubuh.
  11. Memilih perabotan sesuai dengan tinggi badan.
  12. Menghindari penggunaan sepatu hak tinggi untuk waktu yang lama.

Pengobatan Sakit Pinggang

Sebagian besar kasus sakit pinggang dapat pulih dengan sendirinya tanpa penanganan dokter, khususnya dalam jangka waktu 72 jam atau setara dengan kurang lebih 3 hari. Beberapa cara seperti mengompresnya dengan air hangat dan dingin secara bergantian, mengistirahatkan pinggang dengan alas bantal atau handuk baik secara lurus atau menyamping, mandi dengan air hangat, hingga mengonsumsi obat seperti ibuprofen atau paracetamol dapat di lakukan untuk mempercepat pemulihan.

Jika Anda ingin melakukan olahraga, terapi pijat, akupuntur, atau cara tradisional lainnya, di sarankan untuk berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu. Jika rasa sakit tidak kunjung reda setelah 72 jam, disarankan untuk menemui dokter agar dapat diberikan pengobatan lebih lanjut.

Selama obat-obatan bisa di konsumsi, ada pula cara lain untuk meredahkan sakit pada pinggang, yaitu:

  1. Terapi fisik, untuk menguatkan otot, meningkatkan kemampuan pergerakan dan kelenturan, serta memperbaiki postur tubuh.
  2. Manipulasi tulang belakang, untuk mengatur dan menstimulasi tulang belakang dengan jaringan disekelilingnya. Terapi ini hanya dapat dilakukan oleh dokter yang bersertifikasi.
  3. Traksi (traction), dengan menggunakan beban untuk menarik struktur tulang belakang hingga seimbang.
  4. Biofeedback, dengan menggunakan elektroda untuk memantau pernapasan, kekuatan otot, denyut jantung, dan suhu kulit agar dapat menyesuaikannya dengan kondisi tubuh.
  5. Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS), dengan menanamkan elektroda bertenaga baterai pada bagian pinggang yang sakit untuk memblokir sinyal listrik yang bermasalah dari sistem saraf tepi.
  6. Nerve block, Terapi ini di lakukan dengan cara menekan hingga mematikan stimulasi saraf yang bermasalah menggunakan suntikan bius lokal, botulinum toxin, atau steroid pada bagian yang nyeri.
  7. Suntikan steroid epidural, yaitu terapi jangka pendek untuk meredakan peradangan pada pinggang.

Selain cara penyembuhan sakit pinggang, ada juga cara penyembuhan menggunakan tanaman herbal, yaitu:

1. Temulawak

Temulawak merupakan jenis tanaman rimpang yang banyak di gunakan sebagai bahan obat herbal termasuk sebagai obat sakit pinggang. Temulawak di kenal mengandung zat anti inflamasi sehingga dapat mengatasi peradangan otot maupun persendian. Cara mengobati sakit pinggang dengan temulawak yaitu siapkan beberapa ruas temulawak dan cuci sampai bersih. Lalu masukkan temulawak pada panci berisi 2 gelas air. Rebus temulawak sampai mendidih kemudian disaring untuk diambil airnya. Minum air rebusan temulawak tersebut secara teratur 2 kali sehari maka sakit penggang yang Anda derita akan segera sembuh.

2. Daun Dewa

Daun dewa dapat di gunakan sebagai obat sakit pinggang tradisional karena mempunyai efek anti nyeri. Daun ini memang di kenal banyak mempunyai manfaat untuk kesehatan sehingga sering di budidayakan sebagai tanaman obat. Cara mengatasi sakit pinggang dengan daun dewa yaitu siapkan beberapa lembar daun dewa, cuci hingga bersih, lalu di rebus. Gunakan air rebusan daun dewa tersebut untuk di minum secara teratur untuk mengobati sakit pinggang.

3. Jahe Merah

Mungkin Anda lebih mengenal manfaat jahe merah untuk mengobati batuk atau sakit radang tenggorokan. Ternyata jahe merah juga dapat di gunakan sebagai obat sakit pinggang yang ampuh. Caranya yaitu siapkan 2 ruas jahe merah, cuci menggunakan air bersih, lalu di gepuk sedikit supaya aromanya keluar. Kemudian masukkan jahe merah ke dalam panci berisi 2 gelas air dan rebus sampai mendidih. Setelah mendidih lalu di saring untuk di ambil airnya. Minum ramuan jahe merah tersebut selagi hangat, dan lakukan secara teratur 2 kali dalam sehari.

4. Akar Ilalang

Ilalang yang secara sekilas tidak berguna, ternyata juga dapat di gunakan sebagai obat sakit pinggang dengan di ambil akarnya. Untuk mengobati sakit pinggang menggunakan akar ilalang caranya yaitu dengan menyiapkan akar ilalang secukupnya, cuci sampai bersih, kemudian di rebus. Setelah mendidih, ambil airnya dengan cara di saring dan minum secara teratur 2 kali dalam sehari untuk menyembuhkan sakit pinggang yang Anda derita.

5. Daun Bakung

Taman bakung sering kali di biarkan tumbuh liar begitu saja tanpa di manfaatkan. Padahal daun bakung dapat di gunakan untuk mengobati sakit pinggang. Caranya yaitu siapkan beberapa lembar daun bakung, cuci dengan air bersih kemudian masukkan dalam panci berisi 2 gelas air, rebus sampai mendidih. Lalu di saring untuk di ambil airnya dan minumlah secara rutin maka sakit pinggang akan segera sembuh.

6. Daun Kumis Kucing

Daun kumis kucing sering di gunakan untuk mengobati sakit pinggang yang di akibatkan karena kencing batu atau batu ginjal. Batu ginjal biasanya di tandai dengan sakit saat berkemih, kencing terasa panas, dan sakit pada pinggang. Untuk mengobati sakit pinggang dengan daun kumis kucing caranya yaitu dengan menyiapkan daun kumis kucing secukupnya, cuci sampai bersih, kemudian direbus. Gunakan air rebusan daun kumis kucing tersebut untuk di minum secara teratur 2 kali dalam sehari.

7. Bawang Putih

Obat sakit pinggang yang berikutnya yaitu dengan bawang putih. Tanaman yang lebih di kenal sebagai bumbu dapur ini mempunyai banyak khasiat untuk kesehatan, temasuk salah satu di antaranya yaitu untuk mengobati sakit pinggang. Caranya yaitu haluskan beberapa siung bawang putih lalu balurkan secara merata pada pinggang yang terasa sakit. Biarkan beberapa lama supaya meresap. Anda dapat melakukannya menjelang tidur supaya kandungan dalam bawang putih dapat meresap lebih optimal.

8. Cabe Rawit

Cabe rawit yang memberikan sensasi rasa pedas pada makanan ini ternyata juga dapat di gunakan sebagai obat sakit pinggang. Caranya yaitu siapkan beberapa cabe rawit lalu iris kecil-kecil dan masukkan ke dalam wadah berisi air hangat. Untuk hasil yang lebih optimal, masukkan juga ke dalam wadah tersebut jahe merah yang telah di potong-potong. Tunggu beberapa saat supaya larut di dalam air, kemudian balurkan pada pinggang yang sakit sambil di pijit-pijit. Lakukan cara ini secara teratur sebagai terapi untuk menyembuhkan sakit pinggang.

9. Minyak Kelapa

Anda juga dapat meredakan sakit pinggang dengan bahan minyak kelapa. Anda tentunya tidak kesulitan untuk menemukan bahan yang satu ini. Cara mengobati sakit pinggang dengan minyak kelapa yaitu siapkan minyak kelapa secukupnya lalu balurkan pada pinggang secara merata sambil dilakukan pemijitan. Minyak kelapa memberikan efek anti nyeri sekaligus sebagai terapi relaksasi otot pinggang.

Apa Saja Akibat Sakit Pinggang Yang Harus Diwaspadai?

  • Siatika

Siatika terjadi karena sakit pinggang di mana syaraf penghubung kaki dengan syaraf belakang tertekan. Ini bisa terjadi saat seseorang mengalami pergeseran cakram tulang belakang. Cakram tulang belakang sendiri merupakan struktur antara tulang belakang yang bertugas untuk menyerap tekanan dan mempermudah sendi tulang belakang untuk bergerak. Ciri umum yang terjadi pada siatika adalah nyeri di bagian pinggang, sensasi perih dan juga sering kesemutan.

  • Spinal Spinosis

Penyempitan tulang belakang membuat syaraf tulang belakang menjadi tertekan yang dinamakan dengan spinal stenosis. Tekanan yang terjadi pada syaraf tulang belakang ini terjadi karena spinal spinosis kebas, penyebab sering kram dan juga lemas yang bisa bertambah parah saat sedang berjalan atau berdiri.

  • Gangguan Ginjal

Akibat selanjutnya dari sakit pinggang adalah ginjal yang mengalami gangguan sehingga menimbulkan rasa sakit di pinggang bagian kiri. Sakit ini terjadi karena penyakit ginjal yang mengganggu dan menimbulkan rasa sakit diantara rusuk paling bawah dan juga panggul.

  • Tegang Otot

Aktivitas yang dilakukan terlalu berlebihan atau melakukan gerakan yang tidak biasa akan membuat otot menjadi tegang. Gerakan punggung yang terjadi secara tiba-tiba tersebut akan membuat otot dan ligamen jadi tertarik dan akhirnya tegang bahkan robek dan menimbulkan sakit pinggang.

  • Penyakit Degeneratif Tulang Belakang

Penyakit yang terjadi pada tulang belakang di akibatkan karena cakram di daerah lumbar atau tulang belakang terurai karena hancur atau dikenal dengan nama pengapuran tulang. Hal ini biasanya terjadi pada usia lanjut atau juga bisa di sebabkan karena obesitas.

  • Lumbar Disc Syndrome

Sakit pinggang sebelah kanan bisa mengakibatkan berkurangnya fungsi diskus tulang rawan bagian belakang tubuh. Saat celah diskus tulang rawan ini mengalami penyempitan, maka tulang akan terdorong dan menimbulkan tekanan pada tulang atau syaraf punggung di bagian kiri dan kanan. Apabila salah satu syaraf terganggu, maka pinggang atau punggung akan terasa sakit, tangan dan kaki mati rasa dan juga kesemutan.

  • Spondilosis Tulang Belakang

Spondilosis tulang belakang merupakan kelainan degeneratif yang membuat struktur tulang belakang rusak karena faktor usia atau gaya hidup yang tidak baik. Penyempitan cakram dan juga pembentukan tulang baru yang tidak normal atau osteofit akan menimbulkan rasa sakit di sekitar area punggung dan pinggang.

  • Herniated

Herniated atau cakram yang bergeser merupakan jaringan lunak yang ada pada cakram dan sendi keluar dari tempat seharusnya yang akhirnya membuat akar syaraf jadi terdorong dan menimbulkan rasa sakit di sekitar area punggung dan pinggang.

  • Kelainan Postur Tubuh

Sakit pinggang juga akan mengakibatkan kelainan postur tubuh yang terjadi karena posisi tubuh tidak benar yang di lakukan untuk mengurangi rasa sakit pinggang. Tubuh bisa lebih condong ke kanan, kiri atau depan dan akhirnya membentuk kelainan pada postur tubuh.

  • Osteoporosis

Osteoporosis yang merupakan penyakit tulang ini menyebabkan tulang jadi melemah dan rapuh yang umumnya lebih sering dialami wanita. Perubahan hormon tubuh karena menopause akan melemahkan fungsi dari kalsium di tubuh dan akhirnya menimbulkan sakit pinggang yang berkepanjangan.

  • Radang Panggul Akut

Infeksi bakteri yang menyerang organ reproduksi wanita seperti tube falopi, uterus, rahim dan juga ovarium bisa terjadi karena penularan penyakit seksual seperti klamidia atau gonore yang mengakibatkan timbulnya sakit punggung di sebelah kanan atau kiri.

  • Tulang Belakang Melengkung

Akibat nyeri atau sakit pinggang selanjutnya adalah kelainan kelengkungan tulang belakang jadi tidak normal seperti skoliosis yakni kelainan yang membuat tulang belakang menjadi melengkung ke arah samping.

  • Kram

Sakit pinggang juga menyebabkan penderita lebih sering merasa kram di bagian tulang punggung dan juga area pinggang. Hal ini terjadi karena otot kaku yang tidak pernah digerakkan dan secara mendadak bergerak terlalu berat atau berlebihan dan akhirnya menimbulkan kram.

  • Stenosis Tulang Belakang

Sakit pinggang menyebabkan stenosis tulang belakang dimana kanal tulang belakang mengalami penyempitan dan akhirnya mengganggu sumsum tulang belakang. Hal ini biasanya terjadi pada usia lanjut dan menjadi gejala dari artritis reumatoid, herniasi dan pembentukan taji tulang belakang. Gejala yang ditimbulkan diantaranya adalah timbul rasa kaku dan sakit di area pinggang yang bisa disembuhkan dengan cara terapi fisik.

  • Iritasi Syaraf

Akibat dari kondisi sakit pinggang berikutnya adalah iritasi syaraf yang terjadi pada saat tulang belakang mengalami penekanan dan menimbulkan sakit ringan disertai dengan sensasi panas serta tidak nyaman berlebihan di area pinggang. Rasa sakit ini bisa berkembang dan semakin parah saat sedang batuk, bersin, mengejan, memutar badan dan duduk terlalu lama.

  • Cedera Pinggang

Nyeri atau sakit pinggang mengakibatkan cedera dimana kondisi ini akan mempengaruhi tulang dan otot bagian belakang, tendon serta ligamen yang menimbulkan trauma pada tubuh. Faktor yang menyebabkan cedera pinggang ini sangat bervariasi namun terutama disebabkan karena tubuh beraktivitas terlalu berlebihan dan tidak tepat.

  • Divertikulitis

Divertikulitis adalah salah satu jenis penyakit pencernaan yang berhubungan dengan pembentukan kantong atau divertikula pada dinding usus. Ini bisa terjadi karena bakteri terjebak dalam kantong dan akhirnya mulai menginfeksi sehingga terjadi radang usus besar serta rasa sakit di bagian perut bawah sebelah kiri dan juga bagian belakang. Divertikulitis ini juga menjadi penyebab umum dari sakit perut serta sakit pinggang sebelah kiri.

  • Batu Ginjal

Batu ginjal yang terbentuk akan membuat ureter yang menjadi penghubung antara organ ginjal dengan kandung kemih mengalami gangguan dan akhirnya tersumbat. Apabila aliran urin tidak bisa berjalan dengan lancar, maka urin akan membuat cadangan serta mengendap di ginjal dan akhirnya membuat ginjal bengkak dan menimbulkan rasa sakit di area pinggang.

Akibat sakit pinggang terlalu di anggap sepele, bisa menjadi indikasi dari berbagai penyakit yang berbahaya karena faktor aktivitas tubuh yang salah atau terlalu berat. Sakit pinggang yang terjadi dalam waktu lama dan sampai mengganggu aktivitas harus segera di periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.