January 22, 2018

Memang sering terdengar nama penyakit ini di kalangan masyarakat. Tapi dalam dunia medis, penyakit ini bisa merenggutnyawa seseorang jika kita tidak segera untuk menanganinya. Penasaran penyakit apa? Yuk mari kita bahas..

Apa Itu Rhabdomyosarcoma (Rabdomiosarkoma)?

Rhabdomyosarcoma atau rabdomiosarkoma adalah kanker dengan pertumbuhan cepat yang dapat berkembang di dalam jaringan lunak (macam otot) hampir di manapun di dalam tubuh, sering kali terjadi pada anak-anak.

Ini adalah otot yang kita kendalikan sendiri (contohnya otot lengan atau kaki). Otot-otot ini juga disebut otot skeletal atau lurik. Tempat rhabdomyosarcoma yang paling umum di temukan adalah kepala, leher, kantong kemih, vagina, lengan, kaki, dan bagian tubuh lainnya. Dalam rhabdomyosarcoma, sel kanker mirip dengan sel otot yang belum matang.

Apa Saja Jenis Rhabdomyosarcoma?

Ada tiga jenis rhabdomyosarcoma:

  • Rhabdomyosarcoma Embrional, biasanya mempengaruhi anak di bawah 6 tahun. Rhabdomyosarcoma embrional sering muncul di daerah kepala dan leher dan terutama di jaringan sekitar mata (rhabdomyosarcoma orbital). Area tumor umum lainnya adalah area kelamin dan kemih, yang dapat muncul di dalam rahim, vagina, kantong kemih atau kelenjar prostat.
  • Rhabdomyosarcoma Alveolar, biasanya mempengaruhi anak yang lebih tua atau remaja. Rhabdomyosarcoma alveolar cenderung lebih agresif dari pada Rhabdomyosarcoma embrional dan lebih sering muncul di lengan dan kaki, atau dada atau perut.
  • Jenis ketiga, bernama Rhabdomyosarcoma Anaplastic, adalah jenis terlangka. Orang dewasa lebih rentan untuk terkena dengan penyakit ini dari pada anak-anak.
  • Rhabdomyosarcoma Botryoid, yaitu jenis embryonal RMS yang menyerang orang dewasa dengan perwujudan berbentuk anggur di area vagina atau kandung kemih wanita.

Rhabdomyosarcoma memang tergolong umum, namun lebih sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini bisa di atasi dengan mengurangi faktor risiko.

Apa Saja Tanda-tanda dan Gejala Rhabdomyosarcoma?

Gejala Umum Rhabdomyosarcoma

1. Mata: Keluar air mata, mata terasa sakit, atau menyembul.
2. Hidung dan Tenggorokan: Hidung tersumbat, mimisan, atau suara berubah, atau hidung mengeluarkan ingus dan nanah.
3. Saluran Kelamin atau Kemih: Sakit perut, benjolan dalam perut yang bisa di raba, sulit buang air kecil, dan terdapat darah di dalam urin.
4. Tangan dan Kaki: Benjolan keras di lengan atau kaki. Kanker ini terus menyebar, terutama ke paru-paru, sumsum tulang, dan node limfa. Biasanya, penyebaran ini tidak menyebabkan gejala.
5. Kepala, akan memiliki gejala seperti sakit kepala, kelopak mata yang menurun dan mata yang menonjol.
6. Vagina, gejala yang biasanya muncul seperti pertumbuhan massa polupoid (polip).
7. Paratestikular, gejala yang biasanya muncul seperti benjolan pada skrotum yang tidak terasa nyeri.
8. Rahim dan leher rahim, gejala yang biasanya muncul seperti pendarahan menstruasi yang berlebihan (mennorhagia) atau siklus haid yang menjadi tidak teratur (metrorrhargia).

Gejala yang biasanya muncul akibat penyebaran sel kanker dari organ asalnya juga dapat muncul dalam rasa sakit ataupun rasa ngilu pada tulang, anemia, sesak nafas, trombositpenia, dan juga neutropenia.

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Hubungi dokter jika Anda mengalami:

  1. Benjolan yang tidak kunjung hilang atau bengkak pada bagian tubuh
  2. Mata menyembul atau kelopak mata membengkak
  3. Sakit kepala dan mual
  4. Sulit buang air kecil atau gangguan di dalam pergerakan usus
  5. Darah di dalam urin
  6. Pendarahan dari hidung, tenggorokan, vagina, atau dubur
  7. Salah satu skrotum membesar.

Apa Penyebab Rhabdomyosarcoma?

Penyebab pasti rhabdomyosarcoma tidak di ketahui. Para peneliti sedang mencoba menemukan penyebabnya sebisa mungkin. Sarcoma jaringan lunak mungkin muncul di area yang sebelumnya diobati dengan radioterapi untuk jenis kanker lain. Sarcoma biasanya tidak akan berkembang sampai setidaknya 10 tahun setelah pengobatan radioterapi. Paparan beberapa jenis zat kimia mungkin berhubungan dengan perkembangan beberapa sarcoma. Zat kimia ini termasuk vinyl klorida, yang berguna dalam pembuatan plastik dan beberapa jenis herbisida (pembasmi rumput liar) dan dioxin.

Kondisi bawaan tertentu meningkatkan risiko seseorang mengembangkan rhabdomyosarcoma, termasuk beragam kelainan genetik yang membuat orang lebih rentang menderita kanker ini serta:

  • Sindrom Li-Fraumeni
  • Neurofibromatosis tipe 1
  • Sindrom Beckwith-Wiedemann
  • Sindrom Costello
  • Sindrom Noonan
  • Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. Selalu konsultasikan pada dokter Anda.

Apa Pilihan Pengobatan Untuk Rhabdomyosarcoma?

Pengobatan terdiri dari operasi, kemoterapi, dan kadang-kadang radiasi.

  • Operasi, akan mengangkat tumor sebanyak mungkin. Dokter bedah akan mencoba mengurangi kerusakan atau bekas luka saat melakukannya, tapi dapat menyulitkan. Dalam sejumlah kasus, dokter bedah harus memotong semua atau sebagian anggota gerak tubuh. Dalam kasus lainnya, anggota gerak tubuh bisa di selamatkan.
  • Kemoterapi, adalah penggunaan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Kemoterapi (paling umum, vincristine, actinomycin, cyclophosphamide, doxorubicin, ifosfamide, dan etoposide) hampir selalu di berikan setelah operasi. Kemoterapi menghancurkan sel kanker yang tersisa ketika tumor di angkat serta membunuh sekelompok kecil sel kanker yang mungkin terdapat di bagian tubuh lainnya.
  • Metode Radioterapi, Jika kedua metode seperti Metode Operasi dan Metode Kemoterapi sudah di lakukan, namun belum membuahkan hasil yang maksimal, maka cara terakhir yang dapat di lakukan adalah dengan metode radioterapi. Metode Radioterapi ini di laksanakan dengan memancarkan sinar radiasi dengan tingkatan tinggi yang dapat menghancurkan (membunuh) kanker atau tumor yang mengindap di tubuh pasien. Meski begitu, tingkatan keberhasilan masih tergantung pada tingkatan kanker yang sudah di capai (stadiumnya), selain itu pemancaran sinar radiasi yang tinggi juga dapat membahayakan jiwa sang pasien, sehingga Metode ini harus di lakukan dengan hati-hati.

Terapi radiasi umumnya digunakan bila beberapa sel kanker masih ada setelah operasi, atau kanker di anggap berisiko tinggi.

Apa Saja Tes Yang Biasa Dilakukan Untuk Rhabdomyosarcoma?

Jika benjolan terdeteksi, computed tomography (CT) atau kadang-kadang magnetic resonance imaging (MRI) dilakukan. Diagnosis dipastikan dengan mengambil sampel dari benjolan dan memeriksanya di bawah biopsi mikroskop. Terkadang semua benjolan di angkat.

Untuk menentukan apakah kanker telah menyebar, CT dada dan scan tulang di lakukan dan sampel sumsum tulang diambil dan diperiksa. CT scan membutuhkan serangkaian X-ray yang memberikan gambar tiga dimensi di dalam tubuh. Anda akan di minta untuk berpuasa selama setidaknya 4 jam sebelum scan. Anda mungkin di beri minuman atau suntikan pewarna yang membuat area tertentu terlihat lebih jelas.

MRI (magnetic resonance imaging) scan mirip dengan CT scan tapi menggunakan magnet daripada X-ray untuk memberikan gambar cross-section tubuh.

Pencegahan Rhabdomyosarcoma

Rhabdomyosarcoma pada pasien anak belum memiliki langkah pencegahan yang di ketahui secara pasti. Menghibur pasien rhabdomyosarcoma dapat menjadi bentuk dukungan yang bermanfaat bagi pasien dan keluarga. Memastikan pasien mendapatkan segala informasi dan dukungan yang di perlukan dapat membantu mereka melalui masa-masa pengobatan tanpa harus merasa sendirian.

Penyakit kanker tidak hanya menyerang orang dewasa saja, tetapi juga dapat menyerang anak-anak. Salah satu jenis kanker yang paling sering menyerang anak balita adalah kanker otot alias Rhabdomiosarkoma.

Tidak mudah untuk mendeteksi kanker pada anak karena kebanyakan gejalanya samar. Maka, Anda perlu lebih waspada terhadap hal ini. Nah, seperti apa kanker otot itu? Apa saja penyebabnya dan pengobatannya? Semua jawabannya dapat Anda temukan pada ulasan berikut ini..

Jenis-jenis Kanker Otot Yang Perlu Diwaspadai

Kanker otot terdiri dari dua jenis utama yang paling umum, di antaranya:

  • Rabdomiosarkoma embrional. Rabdomiosarkoma embrional biasanya menyerang anak-anak di bawah lima tahun. Kondisi ini cenderung terjadi di daerah kepala dan leher, kandung kemih, vagina, atau di sekitar prostat dan testis.
  • Rabdomiosarkoma Alveolar. Kebalikan dari rabdomiosarkoma embional, jenis kanker otot ini lebih cenderung terjadi pada anak-anak dan remaja yang berusia lebih tua. Rabdomiosarkoma aveolar paling sering menyerang otot besar dari dada, perut, lengan, dan leher. Jenis kanker otot ini cenderung tumbuh lebih cepat dari pada rabdomiosarkoma embrional sehingga memerlukan perawatan yang lebih intensif.
  • Rabdomiosarkoma Anaplastik, jenis yang sangat langka dan rentan menyerang orang dewasa.

Kanker otot mungkin menyebabkan rasa sakit, tapi mungkin juga tidak. Gejalanya juga bervariasi tergantung pada lokasi pertumbuhan sel kankernya.

Tanda dan Gejala Kanker Otot

  1. Tumor Rabdomiosarkoma di hidung atau tenggorokan dapat menyebabkan mimisan, perdarahan, sulit menelan, atau masalah sistem saraf jika terjadi hingga ke otak.
  2. Tumor di sekitar mata menyebabkan mata menonjol, masalah penglihatan, bengkak di sekitar mata, atau nyeri pada mata.
  3. Tumor di telinga menyebabkan rasa sakit, pembengkakan, hingga kehilangan pendengaran.
  4. Tumor kandung kemih dan vagina menyebabkan masalah buang air kecil atau buang air besar dan masalah pengendalian urin (inkontinensia urin).

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Otot

Sama seperti jenis kanker lainnya, penyebab pasti dari kanker otot belum jelas di ketahui. Namun, rabdiosarkoma lebih umum terjadi pada anak-anak. Dari kelompok usia ini, kemudian dapat di ketahui apa-apa saja faktor risiko yang dapat membuat seorang anak rentan mengalami kanker otot. Yaitu:

  • Anak-anak berusia di bawah 10 tahun, namun dapat juga terjadi pada remaja dan dewasa.
  • Lebih sering terjadi pada laki-laki daripada perempuan.
  • Anak dengan cacat lahir.
  • Mutasi genetik turunan keluarga.
  • Sindrom Li-Fraumeni, kelainan genetik langka yang membuat seseorang cenderung terkena kanker dalam hidupnya.
  • Neurofibromatosis, suatu kondisi yang menyebabkan tumor tumbuh pada jaringan saraf.
  • Sindrom Beckwith-Wiedemann, kelainan kongenital yang menyebabkan terlalu banyak pertumbuhan sel dalam tubuh.
  • Sindrom Costello dan sindrom Noonan, kondisi yang menyebabkan kelainan bentuk, keterlambatan perkembangan, dan masalah lainnya.

Pengobatan kanker otot di lakukan berdasarkan lokasi dan jenis rabdomiosarkoma itu sendiri. Pilihan pengobatan untuk kanker otot meliputi kemoterapi, operasi, dan terapi radiasi. Secara umum, operasi dan terapi radiasi di gunakan untuk menangani tumor yang berada di lokasi utamanya. Sedangkan kemoterapi digunakan untuk mengobati kanker yang sudah tersebar di seluruh bagian tubuh. Oleh karena itu, konsultasikan pada dokter untuk penanganan yang tepat sesuai dengan jenis kanker otot yang di alami.