February 5, 2018

Bencana bisa di alami di mana saja, atau bahkan dalam perjalanan yang sedang menghampiri siapa saja. Inilah yang di alami sama Chuck Noland (Tom Hanks) yang terdampar seorang diri di sebuah pulau setelah pesawatnya mengalami kecelakaan, jika Anda pernah nonton film “Cast Away”. Kisahnya memang fiksi, tapi tetap saja bisa terjadi pada siapapun dan kapanpun.

Tidak ada satupun yang menginginkan untuk terdampar di pulau asing. Namun, Anda tetap perlu mengetahui dan menguasai beberapa skill dasar untuk bertahan hidup di alam liar, bukan untuk menakuti, hanya sekadar berjaga-jaga jika suatu saat nanti Anda mengalaminya. Apa saja yang harus di lakukan ketika terdampar di pulau asing? Berikut cara bertahan hidup jika Anda terdampar di pulau antah berantah.

Prinsip Cara Untuk Bertahan Hidup Dialam Liar

Mulai sekarang pasti Anda sudah tau dan yakin benar, akan terdampar selama beberapa waktu di pulau asing ini. Di sisi lain, Anda tidak yakin kapan tim penyelamat akan datang (atau apakah benar akan datang) untuk menyelamatkan hidup Anda. Jangan panik. Begitu menyadari bahwa keberuntungan tidak lagi berada di tangan Anda, yang harus Anda lakukan adalah “Stop (Berhenti)”. STOP (berhenti) merupakan prinsip bertahan hidup yang terdiri dari: Stop (berhenti), Think (berpikir), Observe (amati), dan Plan (rencanakan).

Berhentilah sejenak untuk mengamati keadaan sekitar dan menjernihkan pikiran untuk mulai memikirkan rencana ke depannya. Idealnya, inilah cara bertahan hidup yang harus Anda lakukan secara berurutan:

  1. Mencari sumber air minum
  2. Mencari atau membangun tempat berteduh
  3. Membuat api
  4. Membuat sinyal penyelamatan
  5. Membuat alat untuk memasak seperti mengumpulkan kayu dan mencari tombak untuk berburu makanan
  6. Membuat atau mencari senjata untuk mempertahankan diri jika sewaktu-waktu ada bahaya

Skill Apa Saja Yang Perlu Dilakukan Ketika Terdampar Dipulau Asing?

“STOP” dan Berpikir

Gunakan mnemonik “Pramuka” dari kata “STOP”, yang merupakan singkatan dalam bahasa inggris, yaitu, Stop (berhenti), Think (berpikir), Observe (mengamati), dan Plan (berencana). Jika Anda baru saja menemukan bahwa Anda terdampar di laut dan Anda tidak yakin apakah para penyelamat akan tiba. Maka berikut adalah tips yang perlu Anda lakukan:

  • Tetaplah mengapung
  • Cari tempat berlindung di siang hari
  • Tunggu untuk melihat apakah bantuan datang
  • Pergilah ke satu arah di malam hari hingga Anda mencapai pemukiman
  • Cari sumber makanan

Mengapung

Prioritas pertama Anda ketika terisolasi di laut lepas adalah untuk tetap bertahan. Ini berarti bahwa Anda harus menemukan benda terapung yang dapat mendukung Anda berenang. Anda mungkin akan memiliki perahu atau rakit untuk tetap hidup, namun benda apapun akan lebih baik untuk mempertahankan tubuh Anda mengapung di atas laut.

Jika tidak ada benda yang mengambang untuk berpegangan dan Anda terdampar di laut sepenuhnya pada diri sendiri, gunakanlah beberapa teknik berikut ini untuk menjaga diri dari kelelahan akibat mendayung:

  • Mengambang dengan punggung jika air tenang

Langkah 1: Jika air tenang, berbaringlah telentang.
Langkah 2: Biarkan tubuh Anda mengapung dan jaga kepala Anda di atas garis air.
Langkah 3: Lanjutkan untuk berbaring seperti ini hingga tim penyelamat datang menolong Anda.

  • Mengambang dengan dada jika air dalam kondisi buruk

Langkah 1: Jika air buruk, berbaringlah secara telungkup di air agar memungkinkan tubuh Anda untuk mengapung.
Langkah 2: Lanjutkan mengapung dengan cara ini hingga Anda membutuhkan udara.
Langkah 3: Angkat kepala Anda dari air, yang hanya untuk mengambil napas, kemudian bawa kembali kepala untuk turun lagi, dan menghembuskan napas di bawah air.

Selebihnya dari langkah-langkah dalam panduan ini mengasumsikan bahwa Anda berada di rakit atau struktur apung serupa lainnya, yang memungkinkan Anda untuk tetap berada di atas air dan bergerak dengan relatif mudah.

Cek Sinyal Ponsel

Jika kamu membawa ponsel, dan kondisinya masih aktif, Anda bisa mengecek sinyal terlebih dahulu. Keberadaan sinyal tentu sangat membantu Anda untuk kembali ke rumah. Anda bisa menelepon sanak saudara dan meminta bantuan. Namun, jika ternyata pulau tempat Anda terdampar tidak memiliki sinyal, ikuti tips selanjutnya.

Buat Tulisan SOS Ditepi Pantai

Kalau ternyata sinyal tidak di temukan, Anda bisa membuat tulisan SOS di tepi pantai, bisa menggunakan batu atau batang kayu. SOS adalah kode tanda bahaya internasional yang umum ketika di gunakan untuk meminta pertolongan kepada siapapun. Selalu ada harapan untuk mendapat pertolongan. Sambil membuat tanda SOS, Anda bisa berharap ada pesawat yang melihat dan menolong.

Nyalakan Api Unggun

Setelah membuat tulisan SOS, hal lain yang juga sebaiknya di lakukan adalah menyalakan “Api Unggun”. Pembuatan api unggun ini terutama di lakukan jika malam tiba. Jika beruntung memiliki korek api, Anda bisa dengan mudah menyalakan api. Tinggal mencari dedaunan kering yang di tumpuk, kemudian nyalakan api. Namun, jika tidak ada, Anda bisa mengikuti cara lama menyalakan api, yaitu dengan menggosok dua batu.

Selain untuk menghalangi binatang buas datang dan mengganggu Anda, api unggun juga bisa memberikan tanda kepada bala bantuan. Kapal yang lewat bisa dengan mudah mengenali tanda minta tolong lewat keberadaan api unggun di pulau kosong. Begitu pula dengan pesawat, mereka bisa melihat asap yang melambung tinggi, sebagai perkiraan ada orang yang meminta tolong.

Cek Persediaan Makanan

Sibuk mencari bala bantuan di mana-mana? Jangan lupa untuk mengecek persediaan makanan, apa lagi ketika berpergian dalam jangka watu yang lama. Jika sebelum traveling Anda telah membawa persediaan makanan yang sedikit, cobalah hitung jumlahnya mulai sekarang. Mulailah irit terhadap makanan. Jangan terlalu boros, dan tetap berbagai dengan rekan yang ikut tersesat.

Mencari Sumber Makanan

Sumber makanan terbaik kemungkinan besar berada di daerah dangkal yang mengelilingi pantai, yaitu ikan. Untuk menangkap ikan, teknik yang paling mudah adalah dengan menggunakan tombak. Buat tombak panjang dari salah satu cabang pohon yang Anda temukan di pulau ini. Runcingkan ujungnya dengan pisau dan pastikan tongkat tersebut cukup panjang dan cukup untuk di lempar.

Pegang tombak tombak di samping Anda. Pastikan untuk berjalan perlahan agar ikan tidak kabur. Saat ikan berhenti dan berkumpul di satu tempat, lemparkan tombak ke bagian tubuh atau kepala ikan.

Mencari Sumber Air Minum

Mencari sumber air minum harus jadi prioritas utama Anda saat ini. Air adalah asupan yang sangat vital bagi kelangsungan hidup. Anda bisa bertahan hidup lebih dari 3 minggu tanpa makanan, tetapi tidak bisa hidup tanpa air selama lebih dari 3 sampai 4 hari.

Sumber air haruslah yang bersih dan layak minum. Air laut bukan pilihan Anda. Garam dapat membuat tubuh semakin dehidrasi, yang bisa berujung pada gagal ginjal jika terus di konsumsi. Sumber air minum terbaik di saat darurat adalah “Air hujan”. Anda bisa menggunakan daun besar untuk menampung air hujan untuk kemudian di pindahkan ke dalam botol air minum Anda.

Cobalah mengumpulkan keberanian untuk menjelajahi isi pulau. Carilah daratan yang jauh dari pantai agar Anda berkesempatan menemukan sumber air bersih. Semakin jauh daratan yang Anda telusuri maka semakin besar pula kemungkinan Anda untuk menemukan sumber air seperti sungai atau mungkin air terjun kecil yang dapat Anda gunakan airnya untuk di minum. Siasat lainnya adalah dengan membangun sendiri waduk darurat dengan memanfaatkan panas matahari untuk mengumpulkan air. Bagaimana caranya?

  1. Gali lubang di pasir di samping pepohonan. Galilah hingga pasir terasa lembab.
  2. Tempatkan wadah di tengah lubang. Gunakan gelas atau wadah apapun yang bisa untuk menampung air.
  3. Isi celah yang mengelilingi wadah dengan apa saja yang basah, seperti daun basah.
  4. Letakkan lembaran plastik di atas lubang dan tahan lembaran plastik dengan menaruh batu di kedua sisinya.
  5. Tempatkan satu batu kecil di tengah plastik, tepat di atas wadah.
  6. Embun air akan mulai timbul di bagian bawah plastik dan lari ke bagian tengah plastik. Nantinya, air akan menetes ke dalam wadah di bawah plastik.

Mencari atau Membangun Tempat Tinggal

Menemukan tempat berlindung merupakan cara bertahan hidup yang ideal ketika Anda terjebak di alam liar. Ini bertujuan untuk melindungi diri dan terik matahari serta hujan, serta sebagai tempat untuk beristirahat.

Carilah gua kecil yang bisa Anda jadikan “rumah”. Jika Anda tidak menemukannya, maka pilihan terakhir yang perlu di lakukan ialah membangunnya sendiri. Ada dua jenis tempat penampungan sementara yang bisa Anda buat, yakni lean to shelter (sementara untuk 2 sampai 3 hari) dan tepee shelter (lebih kuat dan permanen, jika butuh tinggal dalam waktu lama).

Cara membuat “lean to shelter”:

  1. Cari pohon yang memiliki cabang besar dan sandarkan salah satu ujungnya ke pohon.
  2. Tempatkan cabang yang lebih kecil pada sudut 45 derajat sepanjang cabang besar.
  3. Tutup dengan dedaunan berdaun lebar.

Cara membuat “tepee shelter”:

  1. Kumpulkan 10 sampai 20 cabang yang panjang. Semakin tebal ranting-rantingnya, semakin aman tepee Anda.
  2. Tancapkan 3 ujung cabang ke dalam tanah untuk membuat bentuk seperti tripod.
  3. Posisikan cabang yang tersisa di sekitar tripod dalam lingkaran. Pastikan untuk membuat pintu keluar masuk.
  4. Temukan daun dengan permukaan lebar dan tebal untuk menutupi seluruh permukaan ranting.

Waspadai Ancaman Predator

Selalu waspada akan bahaya yang mungkin mengintai Anda. Anda tidak pernah tau binatang apa saja yang hidup di pulau tersebut yang mungkin dapat membahayakan jiwa Anda. Sebagai cara bertahan hidup, buatlah tombak dengan ujung runcing dari batang atau cabang pohon yang Anda temukan sebagai senjata perlindungan diri.

Bersiap Untuk Menanti Penyelamatan

Setelah Anda melakukan hal-hal di atas, Anda perlu bersabar dan selalu bersiap untuk menanti kedatangan tim penyelamat. Api yang telah Anda buat mungkin saja berhasil menjadi sinyal bagi pesawat yang lewat di langit pulau tempat Anda terdampar. Anda juga perlu membuat pesan SOS di atas pasir.

Carilah cabang cukup besar untuk menuliskan huruf SOS di atas pasir sehingga pesawat yang lewat bisa menangkap sinyal bahwa Anda butuh diselamatkan. Pastikan juga api tetap menyala besar untuk membuat sinyal asap.

Kalau Anda ingin ingin berpergian jauh, pastikan persediaan yang telah di siapkan sudah matang. Karena itu sangat memperngaruhi keselamatan Anda, apa lagi ketika pergi ke pulau asing. Terimakasih